Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.
Survei: Prabowo Capres Unggulan Pemilu 2014 UNIFIL Bola J-LO

AYY

1 2 3 4 5 6

Militer Pakistan, Tewaskan 4 militan dalam operasi militer

Media lokal mengatakan tujuh tersangka lainnya ditangkap dalam operasi pencarian yang digelar hari Selasa di Quetta, ibukota propinsi Baluchistan. Tersangka otak pemboman hari Sabtu itu termasuk yang tertangkap.

Para pejabat mengatakan sekitar 170 orang lainnya juga ditangkap di Baluchistan.

Kelompok militan Sunni Lashkar-e-Jhangvi mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, yang memicu demonstrasi massal di kota-kota seperti Quetta, Karachi dan Islamabad, ibukota Pakistan. Para demonstran menuntut keadilan dan dihentikannya pembunuhan kaum Syiah, kelompok minoritas di Pakistan.

Hari Selasa, kaum Syiah di Kepolisian Pakistan mengatakan mereka menangkap 170 orang sehubungan dengan serangan bom yang menewaskan 89 orang Sabtu lalu (16/02).

Polisi terus melakukan penangkapan para tersangka dan pencarian pemimpin-pemimpin kelompok Suni ekstremis menyusul Klik ledakan bom di pasar di kota Quetta.


Penangkapan itu merupakan bagian dari operasi yang diperintahkan langsung oleh perdana menteri Pakistan dengan tujuan "menghabisi orang-orang yang bertanggungjawab bermain-main dengan nyawa orang-orang tidak bersalah."

Aparat keamanan Pakistan mengatakan empat orang tewas dalam operasi penangkapan termasuk, seorang pembuat bom. Dia dituduh merancang serangan terhadap komunitas Syiah.

Sebagian besar korban tewas dalam serangan di pasar Quetta merupakan penganut Syiah suku Hazara.

Sejauh ini keluarga korban menolak menguburkan jenazah sebelum pihak berwenang menangkap penganut Suni ekstremis yang dituduh melakukan serangan mematikan.

Mereka marah atas hal yang disebut sebagai minimnya perlindungan yang diberikan oleh aparat keamanan daerah dan pusat meskipun serangan serupa terjadi berkali-kali.

Kelompok militan Suni Laskhar-e-Jhangvi mengaku melakukan pengeboman di daerah yang mayoritas penduduknya adalah suku Hazara.

Serangan terhadap komunitas Shiah di Quetta juga terjadi bulan lalu dengan sasaran suku Hazara yang menewaskan hampir 100 orang.Pakistan sepakat mengakhiri demonstrasi itu dan memakamkan ke-89 korban serangan bom tersebut.

Pakistan tangkap 170 orang terkait bom Quetta



Kepolisian Pakistan mengatakan mereka menangkap 170 orang sehubungan dengan serangan bom yang menewaskan 89 orang Sabtu lalu (16/02).
Polisi terus melakukan penangkapan para tersangka dan pencarian pemimpin-pemimpin kelompok Suni e
Penangkapan itu merupakan bagian dari operasi yang diperintahkan langsung oleh perdana menteri Pakistan dengan tujuan "menghabisi orang-orang yang bertanggungjawab bermain-main dengan nyawa orang-orang tidak bersalah."
Aparat keamanan Pakistan mengatakan empat orang tewas dalam operasi penangkapan termasuk, seorang pembuat bom. Dia dituduh merancang serangan terhadap komunitas Syiah.
Sebagian besar korban tewas dalam serangan di pasar Quetta merupakan penganut Syiah suku Hazara.
Sejauh ini keluarga korban menolak menguburkan jenazah sebelum pihak berwenang menangkap penganut Suni ekstremis yang dituduh melakukan serangan mematikan.
Mereka marah atas hal yang disebut sebagai minimnya perlindungan yang diberikan oleh aparat keamanan daerah dan pusat meskipun serangan serupa terjadi berkali-kali.
Kelompok militan Suni Laskhar-e-Jhangvi mengaku melakukan pengeboman di daerah yang mayoritas penduduknya adalah suku Hazara.
Serangan terhadap komunitas Shiah di Quetta juga terjadi bulan lalu dengan sasaran suku Hazara yang menewaskan hampir 100 orang.

TNI-AU Tolak Hibah F5 Korea Selatan

JAKARTA -- TO News : TNI Angkatan Udara menyatakan menolak tawaran hibah satu skuadron pesawat tempur F5 dari Korea Selatan."Kami sudah sampaikan kajian (penolakan hibah) ke Kementerian Pertahanan," ujar Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal Ida Bagus Putu Dunia saat ditemui wartawan di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis, 16 Mei 2013.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro menyatakan menerima tawaran hibah pesawat F5 langsung dari pemerintah Korea Selatan. Purnomo mengaku sedang mempertimbangkan tawaran ini. Salah satu pertimbangan itu yakni meminta keputusan dari TNI AU selaku pengguna pesawat tempur.

Menurut Ida Bagus, pihaknya menolak hibah karena spesifikasi pesawat F5 milik Korea Selatan berbeda dengan yang dimiliki Indonesia. Pesawat F5 milik Indonesia sudah banyak dimodifikasi, baik persenjataan atau avioniknya. Sedang pesawat yang ditawarkan Korea Selatan minim modifikasi.

Perbedaan spesifikasi, lanjutnya, justru menjadi beban di biaya perawatannya. "Kalau bisa kami diberi pesawat yang sama dengan yang kami punya."
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Aku dan Kamu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger